Melalui tokoh-tokohnya, Bambang Soelarto menghadirkan kritik tajam terhadap oportunisme, pengkhianatan, dan romantisasi kepahlawanan. Dengan latar Revolusi 1948, Domba-Domba Revolusi tetap relevan hingga hari ini karena berbicara tentang pilihan-pilihan moral yang selalu hadir dalam setiap zaman: apakah manusia akan tetap berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan atau menyerah pada kepentingan pribadi ketika berada dalam situasi yang paling genting.
Naskah ini mempertanyakan makna revolusi dan kepahlawanan, serta mengajak
penonton merenungkan apakah revolusi benar-benar dijalani demi cita-cita
bersama, atau justru dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk memenuhi ambisi
dan kepentingan pribadi.
Our Cast
Meet the performers bringing this play to the stage.
Artistic Team
The creative minds behind the production.